SEPAK BOLA DARI MASA KE MASA

Posted: Juli 11, 2010 in sepak bola

Satu bulan sudah sejak pembukaannya tanggal 10 Juni 2010, perhelatan pesta akbar bernama Piala Dunia di gelar di “rumah” Nelson Mandela. Afrika Selatan yang notabene merupakan tuan rumah Piala Dunia pertama di tanah Afrika, jauh-jauh hari telah mempersiapkan segala fasilitas penunjang Piala Dunia. Semua rakyat Afrika Selatan bersatu membangun berbagai kelengkapan sarana dan prasarana sebagai persyaratan sebagai tuan rumah Piala Dunia.

Terlepas dari usaha besar yang dilakukan Afrika Selatan dalam mempersiapkan Piala Dunia, kini semua mata pecinta sepak bola tertuju pada pertandingan final antar Belanda “sang juara tanpa piala” melawan Spanyol “sang Matador”. Langkah kedua Negara untuk melaju ke partai final tidaklah mudah, di perempat final Belanda harus mengalahkan Brasil dan mengalahkan Uruguay di Semifinal. Sedangkan Sang Matador Spanyol harus mengalahkan Jerman di partai semifinal.

Apabila Kita flash back kembali ke beberapa Piala Dunia sebelumnya, terdapat beberapa perbedaan yang mencolok tentang sepak bola. Dulu, orang beranggapan bahwa Sepak bola adalah Keindahan. Sehingga Sepak bola dapat dinikmati sebagai sebuah hiburan yang indah. Lihatlah legenda sepak bola Brasil, Pele “si Mutiara Hitam”. Ketika Pele memainkan bola ia terlihat seperti seorang “penari” samba, ia berhasil menyulap lapangan hijau menjadi “panggung seni”. Dan aksi Pele dilapangan hijau pun selalu dinanti oleh pecinta sepak bola di seantero jagat raya. Itulah prinsip yang selalu dipegang oleh pemain sepakbola Brasil sehingga Brasil dikenal sebagai “ sang Pemenang Sejati ” walau dalam keadaan kalah sekalipun.

Selain Pele, Kita juga tentu mengenal kepiawaian legenda sepakbola Argentina Diego Maradona. Lihatlah bagaimana Maradona berhasil melewati lima pemain lawan termasuk sang penjaga gawang sebelum akhirnya menyarangkan bola ke gawang lawan. Maradona pun dipuja bak Dewa karna keindahan sepak bola yang dimainkannya.

Belanda, Negara yang belum pernah merasakan gelar Piala Dunia pun mendapatkan julukan “ sang Juara tanpa Piala “ karna keindahan sepakbola Total Football yang di mainkannya.

Beberapa waktu kemudian, orang mulai beranggapan bahwa sepakbola adalah kemenangan. Karena itu kemenangan dihargai setinggi langit, sedangkan kekalahan dicampak ke dasar jurang yang paling dalam.

Di Italia, Negara pemenang Piala Dunia 2006 Kita mengenal skandal Calciopoli. Sebuah skandal pengaturan skor yang melibatkan beberapa tim besar liga Italia demi sebuah kemenangan.

Lihatlah aksi Luis Suarez sang bintang Uruguay yang menciderai sportivitas dalam sepak bola dengan menggunakan tangannya untuk mencagah gol yang dilesakan oleh pemain Ghana dalam partai Perempatfinal Piala Dunia 2010. Dan celakanya aksi Suarez itu seolah dibenarkan oleh rakyat Uruguay demi sebuah kemenangan yang akhirnya mengantarkan Uruguay ke semifinal sebelum akhirnya langkah mereka dihentikan oleh tim Belanda di partai Semifinal. Sepakbola tidak lagi bisa dinikmati sebagai keindahan, melainkan sudah menjadi ambisi kemenangan dengan cara apapun. Hingga akhirnya Kekalahan dan kemenangan dianggap mewakili harga diri bangsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s